Sejarah Samdoria – Mengenang masa kejayaan Sampdoria pada dini 80- an serta akhir 90- an, suatu masa keemasan dari klub Liga Italia yang saat ini diketahui selaku raksasa tertidur.

Final Liga Champions masa 1991/ 1992, yang dikala itu masih bernama European Cup mempertemukan Sampdoria serta Barcelona. Itu ialah final awal untuk Sampdoria serta ketiga untuk Barcelona di pentas paling tinggi Eropa. Keduanya bersama belum sempat mencapai gelar juara.

Roberto Mancini serta Gianlucca Vialli yang berduet di lini depan Sampdoria terus menggempur lini pertahanan El Barca. Tetapi Ronald Koeman serta Josep Guardiola berulang kali pula menggagalkan upaya Blucerchiati.

Sejarah Samdoria Liga Italia

Kondisi tanpa berhasil bertahan sampai akhir laga di waktu wajar. Petaka untuk Sampdoria terjalin di babak bonus.

Kala mereka berupaya menggagalkan upaya Eusebio Sacristan. Wasit Jerman, Aron Schmidhuber berikan Barca tendangan leluasa.

See also  Sejarah Tim AC Milan Liga Italia Seri A

Sepakan Ronald Koeman, yang jadi eksekutor, sukses menerobos pagar betis para pemain Sampdoria serta membuat skor berganti 1- 0. Sampdoria wajib merelakan gelar incaran mereka kepada Barca yang memperoleh gelar ini buat kali awal.

Kekalahan itu terasa menyakitkan untuk Sampdoria. Walaupun begitu, penampilan mereka di babak final Liga Champions hendak senantiasa dikenang sebab jadi suatu yang membanggakan untuk sejarah klub.

Ya, Sampdoria dikala itu tengah terletak di masa kejayaannya. Trofi demi trofi sukses mereka miliki, mulai dari gelar Serie A Italia, Coppa Italia, hingga Piala Winners. Sayangnya, perihal itu tidak dapat dilengkapi oleh trofi sang telinga besar tahun 1992.

Masa Kejayaan Sejarah Samdoria Liga Italia

Dini kejayaan Il Samp telah disemai pada pertengahan 1980- an, tepatnya tahun 1985. Sehabis terpuruk di Serie B, Sampdoria kesimpulannya promosi ke Serie A tahun 1982 di dasar owner baru, pengusaha minyak Paolo Mantovani.

See also  Sejarah Juventus FC Liga Italia Seri A

Sehabis sebagian masa menyesuaikan diri, Sampdoria kesimpulannya mendapatkan trofi perdanannya dalam waktu lama, ialah Coppa Italia 1984/ 85. Gelar Coppa Italia awal yang mereka raih tahun 1985 jadi dini dari masa kejayaan Sampdoria.

Semusim sehabis trofi perdana, Sampdoria ditangani oleh pelatih legendaris asal Yugoslavia, Vujadin Boskov. Di tangan Boskov, Sampdoria memenangkan gelar Coppa Italia kedua tahun 1988 serta menembus final Piala Winners. Hendak namun di final mereka kalah dari Barcelona dengan skor 2- 0.

Sampdoria asuhan Vujadin Boskov tidak menyerah. Pada masa selanjutnya mereka kembali berkompetisi di Piala Winners 1989/ 90 selaku hadiah menjurai Coppa Italia masa lebih dahulu. Kali ini Sampdoria tidak menyia- nyiakannya peluang tersebut dengan merengkuh gelar juara sehabis mengalahkan Anderlecht di babak final.

See also  Sejarah SSC Napoli Liga Italia Seri A

Prestasi ini terus menjadi meningkat sungguh- sungguh kala mereka buat awal kalinya merengkuh gelar juara Serie A Italia pada masa 1990/ 91. Sampdoria keluar selaku juara usai unggul 5 angka dari peringkat kedua, Inter Milan.

Regu Sampdoria asuhan Boskov kala itu begitu kompak dengan modul pemain- pemain terbaik Italia semacam Gianluca Pagliuca, Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Toninho Cerezo, Attlilio Lombardo, serta legiun asing semacam Pietro Vierchowod.

Berhasil menjuarai Scudetto, Coppa Italia, serta Piala Winners, Sampdoria juga bernazar mengawinkannya dengan gelar sangat prestisius di Eropa, ialah Liga Champions. Usaha mereka mendekati realitas sehabis sukses tembus ke babak final.

Sayang, di partai final mereka dikalahkan Barcelona dengan skor tipis 1- 0. Walaupun begitu, skuad Sampdoria asuhan Vujadin Boskov senantiasa dikenang selaku salah satu skuad terbaik dalam sejarah klub Italia.

Tags :